Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatu
Puji syukur
alhamdulillah kehadirat Allah SWT saya bisa menulis karangan cerita ini
dengan penuh kenyataan dan pernyataan.
Antara cinta
kepada ALLAH dan cinta sesama
manusia
Kebanyakan
seseorang hanya bisa menjalankan cinta tanpa mendasari dan memaknai cinta yang
sesungguhnya dalam artian “hanya untuk sebuah permainan” padahal cinta itu
dalam sisi pandangan adalah sebuah ikatan, oleh karena itu hati manusia itu
diciptakan untuk mencintai sang maha pencipta ALLAH SWT dan Rasul dan para nabi
dan para malaikat dan kitab alquran dan hari kiamat dan juga qada dan qodar,
itu semua cinta yang ada dalam sebuah keimanan. Terkadang manusia lebih
cenderung mencintai sesama manusia karena sifat manusia yang mudah pudar dan
mudah lupa kepada sang maha penciptanya Allah SWT padahal Allah sudah
menyebutkan yang intinya“Allah tidak akan pernah bosan, untuk menerima maaf dan
juga taubat kepada-Nya tetapi manusianya lah yang akan merasa bosan”. ya allah
manusia merasa hina jika mendengarkan kata itu Engkau tak pernah henti-hentinya
mengabulkan segala keinginan hamba-hambanya yang penuh dengan dosa tetapi
mengapa manusia murka dengan semuanya, dan ia lupa dengan jati dirinya yang
diciptakan olehMU. ya Allah kata lain manusia itu bersifat sombong, kita tidak pernah
berfikir berapa kali allah menurunkan nikmat yang begitu besar untuk kita
setiap harinya. tapi mengapa kita selalu berbuat dosa, kami para manusia
memanglah mempunya sifat sombong. sedikit saja kita melangkah dan berhasil pasti sering kali kita dikelilingi sifat
sombong,sebagai manusia malu ya Allah... merasa sangat malu ketika hamba
harus melakukan perbuatan sunnah dan meminta pertolonganMU. ya Allah ampunilah
aku yang penuh dengan dosa ini baik kepadaMU atau sesama manusia baik secara
syariat atau secara pergaulan secara aqidah islamiah. Ya allah jadikan hamba
kekasihmu Ya Allah hamba memang tidak pernah bisa mencintai sesama manusia atau
bisa dikatakan (tak se muhrim) tapi tempatkan hamba disisimu agar hamba selalu
menginagat akan kebesaranMU memang hamba bukan hamba yang memiliki ahlaq dan
iman yang cukup baik tapi hamba akan mencoba untuk menjadi lebih baik menjadi
seseorang yang bisa berkehidupan secara syari’at islam dan dapat menjalankan
perintah”nya dan menjauhi larangannya.
Mencintai
sesama manusia ibaratkan kita mencintai kedua orangtua kita yang dari kita di
dalam kandungan sampai akhirnya kita dilahirkan dan kita tumbuh sampai sekarang
ini, wajib hukumnya mencintai kedua orang tua kita sebaik apapun, seburuk
apapun itu tetap orangtua kita seringkali kita salah mengartikan bahwa seorang
orangtua itu memiliki peran penting karna “Ridho orangtua adalah Ridho Allah
juga” maka itulah kita tidak boleh berbuat keburukan kepada kedua orangtua kita
apalagi kepada Ibu kita, betapa sangat berjasanya Ibu dalam perannya dalam
merawat dan membesarkan kita ketika kita masih di beri kehidupan seperti kata
nabi muhammad SAW ketika ditanya oleh sahabat nya intinya “siapakah orang yang paling penting didalam
hidup ini?” dan nabi pun menjawab “ibu, ibu. Ibu dan ayah” maka dari itu jasa
ibu sangatlah besar baik pengorbanan secara lahir maupun batinnya. Begitu juga
seorang ayah yang ridho mencarikan nafkah untuk anak dan juga istrinya, yang
ikut juga merawat kita dan juga kita bisa mendapatkan pendidikan dan juga
pelayanan dan juga membeli apa” yang kita perlu dan kita butuhkan semua itu
karena kerja keras seorang ayah yang mencari nafkah agar bisa mencukupi
kebutuhan hidup . jadi kita jangan pernah melawan kepada kedua orang tua kita
apalagi sampai berbohong karna kita bisa dosa besar.
Tetapi
di era globalisasi ini cinta kepada allah dan sesama manusia (orang tua,
saudara) itu seakan memiliki perbedaan arti yang berbeda manusia jaman sekarang
mencintai sang maha penciptanya Allah SWT apalagi itu semua terjadi pada
pemudanya baik dari kaum pria ataupun wanita memang dalam alquran ada dan telah
di tulis bahwasanya intinya adalah setiap manusia itu sudah di takdirkan
berpasangan antara laki” dan wanita dan tinggal menunggu dipertemukan dengan
jodoh kita yang sudah ditakdirkan dengan kita. Dengan kata lain percintaan gaya
anak muda sekarang di bahasakan berpacaran. Banyak para pemuda pemudi islam
yang sudah berpacaran bahkan yang tidak disangka” itu melewati batasan” seperti
berpandang”an dengan lawan jenis, berpegangan tangan dengan lawan jenis,
padahal di alquran sudah di sebutkan bahwa sanya yang intinya “wahai kaum laki”
merunduklah kamu agar kehormatanmu terjaga dan begitu pula sebaaliknya seorang
perempuan” maksudnya itu ketika seorang laki” atau wanita lewat di hadapannya
maka di perintahkan untuk merunduk atau merendah diri. Tapi itu sulit dilakukan
dimasa kini karena sedikit demi sedikit semua itu di tentang oleh para pemuda
pemudi karena era globalisasi yang di ikiuti adalah gaya barat dan itu bukan
ahlaq yang di bina di budaya timur .
semoga bermanfaat dan bisa di mengarti :)
see next time
wassalamualaikum...
semoga bermanfaat dan bisa di mengarti :)
see next time
wassalamualaikum...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar